Apakah Kopi Menyehatkan?

Banyak orang yang saat merasa letih, ngantuk, dan juga pikiran tidak fokus, kopi pasti
merupakan hal pertama yang terlintas di pikirannya.

Saat tubuh memerlukan tambahan energi, banyak orang menyeduh secangkir kopi untuk
membuat agar rasa letih tubuh terbantu sedikit, hal ini sudah menjadi suatu kebiasaan bagi
banyak orang, bahkan ada orang yang menyeduh secangkir kopi untuk memulai hari.

Seiring berjalannya waktu, menyeduh secangkir kopi telah menjadi kebiasaan wajib, dan
satu hari saja tidak menyeduh kopi akan merasa kalau masih ada hal yang belum selesai di
lakukan. Hal ini adalah gejala dari kecanduan kafein, hal semacam ini biasanya akan terasa
setelah satu hari tidak meminum kopi, dan untuk menghilangkan gejala ini perlu waktu
sekitar sepuluh hari.

Kafein merupakan zat perangsang yang dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi
kelelahan tubuh, serta dapat meningkatkan ingatan jangka panjang. Kafein merupakan obat
legal yang banyak di jual didunia.

Banyak penelitian menunjukan kalau kopi dapat memperkuat kinerja jantung, menstimulasi
saluran pencernaan, dan juga dapat memperlebar saluran pernapasan.

Banyak juga orang yang bilang dan juga percaya kalau mengonsumsi kopi dapat membuat
tidak ngantuk dan juga susah tidur. Hal ini tergantung pada genetika manusia, ada orang
yang usai meminum kopi dapat tidur dengan pular, dan juga ada yang sebaliknya karena
tubuhnya sangat lambat untuk mencerna kafein.

Apakah Anak Diperbolehkan Minum Kopi ?

Riset tentang manfaat dan efek negatif kopi bagi orang dewasa sudah lumayan banyak,
namun riset untuk anak-anak sampai saat ini belum ada, hal ini bukan tidak mungkin sangat
beresiko.

Kopi sekarang sangat gampang di temukan, terdapat banyak gerai kopi di indonesia atau
pun di luar indonesia, tapi olahan kopi sekarang cenderung memiliki rasa manis dan tidak
sedikit anak-anak yang menyukainya.

Terry Cralle yang merupakan perawat sekaligus anggota organisai Better Sleep Council
mengungkapkan ia belum menemukan alasan kenapa anak-anak harus mengonsumsi kopi,
para ahli belum mengetahui pasti bagaimana kafein dalam kopi mempengaruhi
perkembangan otak anak-anak ataupun remaja.

Hingga saat ini data tentang berapa anak-anak yang mengonsumsi kopi belum jelas, namun
menurut penelitian dari Amerika, lebih dari 70 persen anak-anak setiap harinya
mengonsumsi kafein. Jumlah tersebut akan makin bertambah seiring mereka bertambah
dewasa.

Dalam penelitian terhadap 4.200 anak sekolah yang mengonsumsi kopi ataupun minuman
ringan memiliki dua kali lipat resiko mengalami gangguan tidur.

Di negara Kanada mengonsumsi kafein bagi anak-anak sudah di batasi, 1 hari hanya
maksimal hanya dapat mengkonsumsi kafein 45 mg.

Namun disisi lain, sebagian ahli mengatakan tidak perlu khawatir soal kopi, di bandingakan
minuman lain yang berkafein.

Kristin Koskinen seorang ahli gizi mengatakan bahwa ia tidak menentang anak-anak untuk
meminum kopi, karena rasa pahit biasanya menjauhkan anak-anak dari itu semua.