Solskjaer Menjadi Pecundang Dalam Mengalahkan Old Trafford

Ole Gunnar Solskjaer bukan masalah terbesar Manchester United. Sebagian besar kesalahan untuk penyakit klub terletak pada Ed Woodward. Wakil ketua eksekutif telah mengawasi pengeluaran sebesar £ 1 miliar dalam hal biaya transfer dan gaji, tetapi hadiah besar dan bahkan kualifikasi Liga Champions reguler terus menghindarinya. Selama masa jabatannya, United hanya mengangkat trofi kecil seperti Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga.

Kurangnya strategi jangka panjang sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013 telah membuat klub kehilangan kesempatan untuk membangun skuad yang koheren yang mampu menantang untuk penghargaan utama.

Namun, sementara Woodward, para manajer yang telah ia geluti, dan para pemain yang telah ia tandatangani semuanya memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda atas kegagalan United, pada akhirnya, tanggung jawab berhenti dengan kepemilikan Glazer. Keluarga Florida telah tertidur di belakang kemudi, gagal menyaingi profesionalisme Liverpool, Manchester City dan klub-klub yang memiliki sumber daya yang sama di seluruh benua. Busuk di Old Trafford luas dan mapan.

Namun demikian, Solskjaer jelas keluar dari kedalamannya. Orang Norwegia itu mulai menatap David Moyes yang angker dari mantranya yang penuh bencana. Penurunan itu tidak bisa ditangkap melalui kerja Solskjaer saja. Setelah kekalahan dari Manchester City dan Liverpool, Solskjaer mengklaim kemajuan dengan menunjukkan bahwa cara kekalahan itu entah bagaimana merupakan peningkatan. Mungkin ada sebutir kebenaran di sana, tetapi tidak ada defleksi yang sama untuk mundur setelah kekalahan dari sisi Burnley yang mampu tetapi menengah pada hari Rabu.

Kegagalan sesekali tidak dapat dihindari dengan tim yang sedang berkembang tetapi, pada titik ini, penunjukan Solskjaer terlihat seperti kegagalan. Dia dianugerahi pekerjaan itu – awalnya sebagai penghenti sementara dan kemudian sebagai janji permanen – untuk menutupi fakta bahwa Woodward telah – dan masih memiliki – tidak memiliki rencana yang kredibel untuk masa depan klub sepak bola. Tidak ada dalam karir manajerialnya yang telah mempersiapkan Solskjaer untuk peran ini. Selain itu, menjadi jelas bahwa wewenangnya telah mulai berkurang di ruang ganti sejak antusiasme awal pengangkatannya berkurang.

Derita Manchester United Tak Bisa Pulangkan Alexis Sanchez

Derita Manchester United Tak Bisa Pulangkan Alexis Sanchez

Klub setan merah Manchester United pada saat ini sedang mengalami krisis pemain penyerang andalannya penyerang, Marcus Rashford, mengalami cedera dalam laga beberapa waktu yang lalu. Dan sialnya bagi Manchester United, karena keadaan tersebut berakibat m

ereka sekarang ini harus bekerja keras dalam mencari penyerang baru.

Dikatakan bahwa Rashford sekarang ini mengalami cedera punggung dan tidak bisa turun ke lapangan sekitar sampai enam pekan yang akan datang. Didalam sisa bursa transfer pemain di musim dingin tahun 2020, Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengutamakankan untuk menggaet penyerang baru sebagai sebuah solusi jangka pendek. Solskjaer bahkan tidak mempedulikan apabila pemain tersebut cuma berstatus sebagai pinjaman saja.

Meskipun begitu, hal tersebut bukanlah perkara gampang, mengingat batasan waktu transfer pada saat ini hanya tersisa 11 hari saja. Selain itu, Manchester United juga tak jua menyelesaikan transfer Bruno Fernandes yang dikatakan oleh banyak media sudah ada di depan mata.

Situasi yang sulit yang dialami Manchester United saat ini sebenarnya tak lepas dari kegiatan transfernya dalam musim panas 2019 yang lalu. Ketika itu, Manchester United melepas dua penyerang sekaligus, Romelu Lukaku serta  Alexis Sanchez, ke klub Inter Milan tanpa mencari penggantinya. Sekarang ini Manchester United hanya memiliki Anthony Martial dan Mason Greenwood untuk dijadikan pemain penyerang. Klub Setan Merah sebenarnya mampu menghindari keadaan ini apabila memasukkan klausul penarikan lagi saat meminjamkan Sanchez.

Meskipun demikian, Manchester United tak memasukkannya serta baru dapat memperoleh Sanchez lagi dalam musim panas tahun 2020. Dan ironisnya, pada saat ini Manchester United tetap diharuskan membayar setengah gaji Sanchez, yaitu 150 ribu pounds atau sekitar Rp2,6 miliar

Walaupun begitu, bermacam rumor yang mempersoalkan masa depan Sanchez juga tak ada hentinya. Manchester United disebut sebut menjadi tim terdepan yang dapat memperoleh Sanchez yang pada saat ini masih absen bersama klub Manchester United dikarenakan masalah cedera. Namun hal tersebut, Klub Manchester United juga kembali dalam memperebutkan Sanchez di bursa pembelian pemain.

Bahaya Mengonsumsi Gula Berlebih

Gula merupakan pemanis yang dibuat dari tebu, meski banyak orang telah
megetahui bahwa gula tidak baik bagi kesehatan, namun orang tetap tidak
menganggapnya berbahaya dan tetap mengonsumsinya.

Di balik rasa manis dari gula, terdapat kandungan yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak boleh di anggap remeh, berikut beberapa dampak negatif dari mengonsumsi gula berlebih :

1. Dapat merusak jantung
Gula memiliki sebuah kandungan yang di sebut dengan glukosa 6 fosfat,
kandungan ini dapat menyebabkan perubahan terhadap otot jantung yang
memicu terjadinya gagal jantung.

2. Membentuk Lemak Perut
Selain tidak baik untuk jantung gula juga dapat menyebabkan obesitas, terutama lemak pada perut, tubuh yang obesitas memiliki resiko terserang penyakit jantung lebih tinggi, dan mengonsumsi gula berlebih dapat memicu terkena diabetes.

3. Resiko kanker
Setiap tubuh memang memiliki sel kanker, namun yang perlu di ketahui adalah
setiap tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam membunuh sel kanker tersebut, mengonsumsi gula berlebih dapat membuat mekanisme tersebut tidak berfungsi, maka dari itu sel kanker dalam tubuh jadi lebih aktif karena gula juga merupakan nutrisi baik bagi sel kanker.

4. Menurunkan kemampuan otak
mengonsumsi gula berlebih dapat mempercepat penuaan sel-sel dalam tubuh,
salah satunya adalah sel-sel otak, maka dari itu seiring berjalannya waktu, sel-sel otak cenderung akan makin melemah. Dan kemampuan otak juga akan berkurang.